1. Raja Ampat, Papua Barat
.
2. Tulamben, Bali
3. Kepulauan Komodo, Nusa Tenggara Timur
4. Lembeh, Sulawesi Utara
5. Kepulauan Seribu, Jakarta
http://pasar-info.blogspot.com/2011/04/5-lokasi-menyelam-paling-menarik-di.html
Raja
Ampat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat, kerap dijadikan
destinasi utama para penyelam alias scuba diver dari dalam maupun luar negeri.
Menurut para penyelam yang tergabung dalam Komunitas Selam Kingdom Jakarta,
alam bawah lautnya sangat eksotis terutama di Pulau Wayag, Pulau Stefani, Pulau
Quoy, Pulau Coquille, Pulau Kawe, dan Pulau Balabalak. Hampir seluruh pulau ini
menjadi bagian penting bagi penyelam karena alamnya masih bersih nan elok. Daya
pandang (visibility) di bawah laut pulau ini, pada pukul 12.00 waktu setempat,
bisa mencapai 30 meter
Namun
di antara pulau-pulau tersebut, menurut Yoakim Wibowo dari PB POSSI (Pengurus
Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia), Pulau Wayag di Raja Ampat
paling menarik. Keistimewaan Pulau Wayag, tambah pemilik rekor 3500 kali
penyelaman, pulau ini memiliki biota laut aneka ragam dan dihuni ikan berukuran
hingga 1,5 meter.
Jenis
ikan-ikan besar itu, kata pria 55 tahun ini, antara lain ikan manta (mirip ikan
pari) yang bisa diajak bermain-main di dalam laut oleh penyelam. Ikan Napoleon
dengan panjang satu meter yang dapat ditemui di kedalaman 30 meter, serta ikan
hiu jinak yang berada di sekitar batu karang. "Hiu biasanya ganas, tapi di
sini jinak banget sehingga kami bisa memegang dan foto bersama," ujar
Wibowo kepada Tempo.
2. Tulamben, Bali
Pulau
Dewata ini memiliki alam menawan dan adat budaya aduhai, seluruh penduduk di
bumi mungkin sudah mafhum. Tapi, tahukah mereka di pulau ini terdapat tempat
menyelam indah? Belum tentu.
Kalau
belum tahu, tempat indah itu adalah Tulamben di Karang Asem, Bali Timur. Bagi
para penyelam baik kelas pemula maupun mahir, mereka sangat rugi bila tak
memasukkan Tulamben sebagai tujuan plesiran penting alam bawah laut.
Betapa
tidak, di kawasan ini terdapat bangkai kapal perang Amerika Serikat
"Liberty" yang tenggelam akibat dihantam torpedo kapal selam Jepang
pada Perang Dunia II, 1942. "Tak kurang dari 100 penyelam saban hari
menikmati wreck alias bangkai pakal perang ini," tulis Wikipedia.
Keindahan
Tulamben didukung pula oleh sikap masyarakat setempat yang menjaga lingkungan
alam bawah laut dengan baik. Mereka tidak memancing, menjala ikan, atau merusak
terumbu karang di kawasan ini, sehingga keindahan laut dan keragaman ikan bisa
dinikmati para penyelam.
"Ketika
menyelam di kedalaman lima sampai 24 meter, kita akan bertemu dengan ribuan
ikan kuwek dan barakuda," kata Martin Wetik kepada Tempo.
Menurut
Ketua Umum POSSI Jakarta ini, penyelam bisa mendapatkan pemandangan itu karena
biota laut tak diburu dan dijadikan konsumsi oleh masyarakat sehingga mudah
ditemui oleh penyelam. Masyarakat, tambah Martin, menjadikan wisata selam
sebagai sumber utama pendapatan.
3. Kepulauan Komodo, Nusa Tenggara Timur
Taman
Nasional Komodo, kini, tengah diperjuangkan pemerintah Indonesia sebagai bagian
dari warisan dunia dan bagian dari tujuh keajaiban dunia. Di kepulauan ini
terdapat hewan langka di dunia yakni komodo (varanus komodensis), binatang buas
mirip kadal raksasa.
Selain
dihuni binatang unik di dunia, kepulauan komodo juga menawarkan pemandangan
bawah laut yang indah. Martin Wetik mengatakan kepada Tempo, di tempat ini
penyelam bisa melakukan drift diving atau disebut penyelaman dengan arus.
Dengan cara menyelam seperti ini, jelas Martin, penyelam tak perlu repot-repot
mengayuh kaki dengan fin. "Untuk menikmati alam bawah laut, penyelam cukup
mengikuti arus," ujar Martin.
Saat
terbawa arus laut, tambahnya, penyelam akan disuguhi pemandangan alam
menakjubkan. Mereka akan bertemu dengan ikan-ikan besar berukuran satu meteran,
termasuk ikan manta dan hiu abu-abu. "Ketika berada di Crystal Rock dan
Castle Rock, penyelam akan bertemu dengan ikan hiu, tuna, dan manta,"
jelasnya.
4. Lembeh, Sulawesi Utara
Jika
bertamasya ke Sulawesi Utara, khususnya bagi penyuka olahraga air, jangan hanya
ke Bunaken yang dikenal memiliki air jernih, tapi, perlu pula melakukan
perjalanan ke Lembeh, Bitung. Tempat ini bisa ditempuh dalam waktu 90 menit
melalui perjalanan darat dari bandar internasional Manado dan terdapat tujuh
bungalow bersih bergaya Eropa.
Bagi
penyelam pemula atau penyuka snorkling, Lembeh adalah tempat paling cocok untuk
memuaskan hobinya. Bayangkan, hanya di kedalaman lima hingga tujuh meter dari
permukaan laut, penyelam bisa menikmati binatang-binatang laut kecil dan unik
misalnya, aneka ragam kuda laut, kepiting, atau gurita kecil. "Ada baiknya
ketika menyelam, kita membawa mac (macro) dive yaitu kaca pembesar untuk
melihat hewan-hewan laut berukuran mini," tutur Martin.
5. Kepulauan Seribu, Jakarta
Bila
Anda warga Jakarta dan memiliki kegemaran menyelam, Kepulauan Seribu sangat
tepat untuk mengisi waktu senggang Anda. Dari sekian pulau yang ada di sana,
Abdul Wahab, seorang instruktur selam dari POSSI, menyarankan Anda menyelam di
Pulau Sepa.
Pulau
ini dapat ditempuh dalam waktu dua jam dari Pantai Marina, Ancol, Jakarta
Utara. Sehingga jika Anda tak punya waktu banyak namun syahwat untuk menyelam
tak bisa diredam, maka pilihannya adalah Pulau Sepa. Anda bisa menyelam pagi
dan siang, sorenya bisa kembali ke Jakarta.
Apa
kelebihan pulau ini. Abdul Wahab punya jawabannya. Menurut pria yang sudah
menyelam lebih dari 15 tahun ini, Pulau Sepa memiliki banyak kelebihan
dibandingkan tempat lainn di Indonesia, terutama bagi penyelam pemula dan
penggemar fotografi bawah laut. Selain dekat dengan Jakarta, aman dan nyaman,
Pulau Sepa sangat menarik untuk penyelaman malam hari (night dive) .
"Ketika
melakukan night dive, penyelam bakal bertemu dengan decoration crab (kepiting
warna warni), snow crab (kepiting salju), dan aneka jenis keong," ujar
Wahab kepada Tempo.
Pamandangan
menarik lainnya, di Kepulauan Seribu terdapat wreck alias kapal tenggelam. Di
Pulau Papa Theo, terdapat sebuah kapal kargo yang tenggelam. Bangkai kapal yang
memiliki panjang badan 100 meter ini bisa ditemui di kedalaman 30 meter.
Dibandingkan dengan spot
penyelaman di Tulamben, Manado, Ambon, Kepulauan Komodo, dan Raja Ampat, diakui
oleh Wahab memang airnya tak sejernih di kawasan tersebut. Namun, sekali lagi,
jelas Wahab, Kepulauan Seribu dekat dengan Jakarta dan nyaman bagi penyelam
pemula. Harga paket ke Pulau Sepa berkisar antara Rp 1,7 juta hingga Rp 2 juta.
Angka sebesar itu, kata pria 44 tahun itu, sudah termasuk transportasi dari
Pantai Marina, Ancol, akomodasi, dan penyelaman empat kali.http://pasar-info.blogspot.com/2011/04/5-lokasi-menyelam-paling-menarik-di.html





Tidak ada komentar:
Posting Komentar